Tips dan Cara Merawat Tanaman Cabe

13:04:00
Cara merawat Tanaman cabe bukan hal yang gampang, memang iya anda sudah mengetahui bagaimana Cara Menanam Cabe yang baik dan benar pada pembahasan sbelumnya, tetapi bagaimana cara merawat cabe supaya cabe berbuah lebat dan hasil panen tidak mengecewakan.

Cara Merawat Tanaman Cabe


Sebagaimana kita tahu dalam melakukan penanaman cabe membutuhkan pengetahuan dan pengelaman yang lebih, setelah beberapa kali eksperimen anda baru menemukan cara yang tepat dalam nemanam cabe supaya tidak rugi pada saat pembibitan dan hasil benih yang tumbuh bisa di turunkan dengan sempurna, setidaknya tumbuh hingga 90% bibit yang anda semai.

Setelah kita menemukan hasil yang bagus dalam pembibitan tak lepas pula kita pelajari bagaimana cara merawat cabe supaya mempunyai hasil panen yang menguntungkan, sehingga modal yang besar kita keluarkan bisa kembali dengan hasil yang berlipat, karena menamam cabe merupakan sumber penghasilan yang besar apalagi anda mencoba menanam cabe merah.

Pada pembahasan kali ini anda bukan mempelajari bagaimana cara menanam cabe tetapi kita akan membahas bagaimana merawat tumbuhan cabe agar berbuah banyak dan mamuaskan, apa lagi sekarang ini banyak para petani yang baru mengenal informasi penanaman cabe, mereka langsung mencoba tanpa mempelajari dahulu tentang apa saja yang perlu diterapkan dalam membudiyakan tamanan cabe, ini lain halnya mereka yang membudidayakan tanaman cabe rawit, karena merawata cabe rawit berbeda dengan cabe merah.

Cabe membutuhakan air yang cukup untuk menjaga keseburan tanah, yang cukup bukan berarti anda menyiram cabe terlalu berlebihan ini bisa menyebabkan tanaman cabe anda mati akibat kelebihan air, maka anda harus benar-benar teliti dan jeli dalam merawat tanaman pedas ini, berikut akan kami utarakan bagaimana merawat cabe yang baik dan benar, berdasarkan informasi dari petani senior yang sudah lama berkecimpung di bidang ini.

Itulah cara merawat tamana cabe yang baik bila anda menanam tanaman cabe merah silahkan baca Cara menanam cabe merah, apabila anda menanam tanaman cabe rawit silahkan anda membaca cara menanam cabe rawit. semoga bisa mendapatkan hasil panen yang banyak



Cara Menanam Cabe Merah di Polybag

02:09:00
Cabe merupakan sayuran yang memberikan rasa pedas setiap masakan, hampir setiap masakan di indonesia yang mempunya cita rasa yang pedas pastilah menggunakan cabe sebagai bumbunya. Sering kala di tanggal tua ekonomi rumah tangga semakin menipis, bahkan untuk memebeli sayuran di pasar aja susah apalagi memebeli cabe merah yang sewaktu-waktu harganya bisa melambung tinggi. nah taukah anda bahwa untuk mengatsi hal seperti itu  anda dapat menanam cabe di perkarangan rumah anda? Tentu saja bisa yaitu dengan Cara menanam cabe merah di polybag atau di dalam pot. 

Cabe merah tak hanya bisa ditanam pada areal yang luas tetapi pada perkarangan rumah pun kita bisa menanam cabe merah pada lahan yang sempit seperti perkarangan. Jangan takut dengan mitos bahwasanya menanam cabe pada perkarangan hasilnya akan sedikit. Dengan Cara menanam cabe merah dalam polybag atau dalam pot anda juga bisa mendapatkan buah cabe yang banyak. Dengan komposisi hara tanah yang memadai  serta tanah yang gembur bisa menghasilkan tanaman cabe lebat buahnya.

Cara Menanam Cabe Merah di Polybag

Selain cabe merah dapat ditanam dalam polybag, cabe rawit juga bisa kita budidayakan dalam polybag. untuk selengkapnya baca cara menanam cabe rawit di polybag.

Cara Menanam Cabe Merah di Polybag  dan Pot

Beberapa hal yang yang harus anda persiapkan untuk menanam cabe merah di polybag yaitu menyiapkan tempat atau kebun di sekitar perkarangan rumah, menyiapakan benih cabe merah yang berkualitas,  menyiapkan polybag untuk tempat persemain benih, dan menyiapkan polybag atau pot untuk tempat penanaman cabe merah.

Persiapan Cara Menanam Cabe Merah di Polybag 

Sebaiknya biji atau benih cabe jangan langsung ditanam secara langsung pada polybag yang besar. sebaiknya siapkan dulu polybag yang berukuran 4 inci untuk pembibitan dan persemain benih cabe merah. Bila tidak mempunyai polybag dapat menggunakan baki, atau membuat bedengan sebagai tempat persemaian. akan lebih ekonomis jika membuat petakan tempat persemaian, akan tetapi kami menyarankan agar di semai pada polybag berukuran 4 inci atau polybag kecil. utuklebih jelasnya baca Untuk persemaian benih dan pembibitan silhkan baca Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Yang Baik dan Benar

Penyiapan Polybag Sebagai Tempat Menanam Cabe Merah

Terlebih dahulu Anda harus mempersiapkan polybag dan menentukan jumlah polybag berdasarkan kebutuhan kita nantinya untuk menanam cabe merah dalam polybag hanya sebagai konsumsi pribadi saja kita dapat menyebabkan hanya beberapa politik saja akan tetapi jika tujuannya untuk budidaya Minimal kita harus mempersiapkan 50 polybag untuk tanaman cabe merah

persiapkan beberapa campuran seperti tanah pupuk kandang, kompos arang sekam, sekam padi serta berbagai media lainnya beberapa komposisi diantaranya yaitu berupa campuran antara pupuk kompos dengan tanah dengan perbandingan 1 : 2

Atau bisa juga dengan campuran pupuk kandang dengan tanah dengan kompos 1 : 2. Campuran tanah harus dibuat dengan sehalus mungkin dengan mengolahnya terlebih dahulu gunakan sekitar 3 sendok pupuk NPK untuk setiap polybag nya. 

Aduklah campuran tanah dengan pupuk NPK dan komposisi antara pupuk kompos atau pupuk kandang dengan tanah secara merata. Lapisilah bagian dalam polybag dengan sabut kelapa. Hal ini bertujuan agar polybeg tidak tergenang air pada akar tanaman cabe merah.

Pemindahan Cabe Merah Ke Polybag.

Untuk meletakkan polybag hindari polibeg dari sinar matahari langsung. Hal ini bertujuan agar media tanam yang kita gunakan dapat selalu dalam kondisi lembab. Untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah dalam polybag, bisa kita menancapkan jari kita ke dalam tanah. Bila terasa kering, lekas sirami media tanam tersebut secara berhati-hati. 

Media tanam cabe merah sebaiknya polybag yang digunakan berukuran di atas 30 cm atau juga polybag yang besar, supaya nanti tanaman cabe merah yang kita tanam dapat tumbuh dengan kuat karena ditopang oleh polybag yang besar butik.

Dalam media tanam menggunakan polybag sudah siap sekarang. Tiba waktunya kita memindahkan bibit cabe merah dari tempat persemaiannya kedalam polybag sebagai media tanam. Lubagilah tanah di dalam polybag dengan kedalaman 7 sampai 3 cm lalu masukkan bibit tanaman cabe yang sudah siap untuk dipindahkan ke dalam lubang yang kita bikin dalam polybag.

Perawatan Tanaman Cabe Merah di Dalam Polybag

perawatan cabe merah dalam polybag juga membutuhkan perlakuan yang optimal di mulai dari pemangkasan pemupukan penyiraman ataupun pengendalian hama dan penyakit. 

# Pemangkasan atau Perombesan

Sebaiknya anda harus memangkas atau membersihkan cabang disekitar ktiak daun daun-daunan tumbuh secara teratur hal ini berguna untuk meningkatkan tanaman tersebut agar tumbuh lebih kuat dan cepat. Biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 20 hari dan dilakukan sampai tiga kali cabe merah tumbuh cabang. Bila tanaman cabe sudah besar maka pasanglah ajir supaya tanaman tidak roboh.

# Pemupukan

Dengan pemupukan yang berimbang tentu kita dapat memperoleh hasil yang sempurna bahkan kita mampu menghasilkan buah lebat dan banyak untuk lebih lengkapnya Silahkan baca cara pemupukan cabe.

Untuk pemupukan Anda bisa menggunakan pupuk NPK dengan dosis 3 sendok setiap tanamannya pembukaan dengan pupuk NPK ini dilakukan setiap bulannya. bisa juga menambahkan pupuk organik. 

# Pengendalian Hama dan Penyakit

Ham penyakit tanaman cabe merah harus kita perhatikan dengan seksama hari untuk mengurangi dampak ancaman dari serangan hama maupun penyakit. Beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe merah anda bisa melihat pada halaman hama dan penyakit cabe.

Cara Panen Cabe Merah Dalam Polybag

Pada dasarnya cara panen cabe merah itu sama yaitu cara memetik cabe sekaligus tangkainya. Jangan sampai salah memetik cabe karena jika cabe dipetik tidak sekaligus tampaknya kemungkinan besar buah cabe yang akan cepat busuk.

Kriteria pemanenan cabe merah yang baik yaitu buahnya sudah mengalami proses pemenang kematangan yang sempurna ditandai dengan warnanya yang sudah merah mengkilap. Perlu diketahui bahwa cabe merah yang sudah matang pastilah akan membusuk. agar panen cabe panen cabe merah tidak cepat membusuk maka simpanlah hasil panen di dalam kulkas supaya lebih awet dan tahan lama.

Tips Dan Cara Menanam Cabe Rawit

01:10:00
Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabai yang proses pertumbuhannya mudah, jadi tak jarang kita menemukan jenis cabe ini tumbuh di pekarangan rumah, dengan demikian dapat bukan berarti jenis tumbuhan ini tidak membutuhkan perawatan yang layak, sebagaimana yang di butuhkan tumbuhan lainnya.

Walaupun cabe rawit mudah dalam melakukan proses penanaman, tumbuhan ini juga membutuhkan perawatan yang memadai. Untuk apa? Supaya hasil panen yang kita dapat bisa memuaskan dan umur cabe bisa bertahan lebih lama, karena tumbuhan cabe rawit juga termasuk tumbuhan yang bertahan lebih lama, dalam artian tumbuhan ini bisa di panen berkali-kali.

Disini kita akan mempelajari bagaimana cara menanam cabe rawit yang baik dan benar, dengan perawatan yang cukup, seperti pembibitan, penyiraman dan pemupukan, dalam proses ini kita membutuhkan beberapa cara supaya hasil yang kita dapatkan bisa lebih baik dari cara menanam yang sederhana.

Cara Menanam Cabe Rawit
Cara Menanam Cabe Rawit 

Cara menamam cabe rawit pada perkarangan rumah


Biasanya cara menanam cabe di lahan yang sempit ataupun di perkarangan rumah cabe ditanam hanya untuk konsumsi sendiri untuk kebutuhan rumah tangga. Akan tetapi beberapa petani menanam cabe di perkarangan rumah dengan tujuan untuk dijual hasilnya juga bukan hal yang mustahil. Beberapa petani di jaman modern menanam cabe dengan sistem hidroponik agar bisa menghasilkan panen yang banyak. 

Menanam cabe rawit di pekarangan rumah tidak mengandalkan lahan yang besar cukup dengan memanfaatkan Polybag atau Pot, jadi kita memberi perawatan hampir sama dengan penanaman di lahan besar atau kebun, pemupukannya juga sama, cuman dalam proses penyiraman kita harus mengontrol supaya jangan sampai tanah dalam polybag tadi kering, ini bisa menyebabkan tanaman cabe anda mati dalam sekejap, karena luas tanah dalam polybag sangat sempit jadi tumbuhan cabe tidak bisa menyerap air dari daerah lain.

Cara Menanam Cabe Rawit Pada Lahan Yang Luas


Nah, sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara menamnam cabe rawit pada lahan yang luas, cabe rawit merupakan jenis cabe atau yang berbeda dengan cebe merah, karena proses perawatan cabe rawit tidak terlalu berat seperti cabe merah yang membutuhkan perawatan setiap hari, apa lagi jika menjelang panen.

Kenapa berbeda karena cabe rawit pohonnya yang sedikit besar dan tahan lama yang bisa di panen hingga berkali-kali, jadi pada saat umurnya sudah sedikit lama dan berbuah pohon cabe rawit tidak terlalu membutuhkan pemupukan cukup hanya pupuk kompos saja, atau anda juga bisa memanfaatkan bekas kotoran hewan yang ada di sekeliling anda, atau bisa juga bekas tempat pembakaran sampah, cukup di taburkan di sekeliling pohon cabe, ini merupakan perawatan yan perlu di lakukan walaupun tidak membutuhkan setiap hari.

Untuk kesempurnaan benih cabe rawit anda harus memperhatikan bagaimana penyemain cabe rawit yang benar, karena cabe rawit yang tidak cukup besar di turunkan ketanah akan mati, disinilah anda harus sedikit memperhatikan,

Persiapan Bibit Dan benih Cabe rawit


Dalam menyiapkan Bibit dan benih cabe rawit ada beberapa hal perlu anda ketahui salah satunya adalah menyiapkan benih unggulan, biasanya para petani yang sudah berpengalaman mencari bibit cabe dengan mendatangi tempat menjual bibit unggulan yang baik, jadi kualitasnya sudah diakui, tetapi kita harus memilih sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan perawatan yang akan kita lakukan nantinya, karena ada bibit cabe yang membutuhkan perawatan yang banyak misalnya seperti obat-obatan supaya proses pertumbuhan bisa sempurna.

Nah bagaimana jika kita memilih bibit cabe yang baik, pilhlah yang mudah dalam perawatan, atau anda juga bisa memanfaatkan buah cabe rawit yang sudah matang dan mempunyai bentuk yang bagus, sehingga bibitnya bisa diunggulkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu biar utuh walaupun disimpan lebih lama, ini bagi anda yang sudah melakukan penanaman dan sudah menikmati hasil panen sehinggi bibit bisa anda andalkan nantinya.

Cara Persemainan Benih Cabe Rawit


Cara persemaian cebe rawit para petani biasanya menyiapkan Bedengan yang sudah dibuat beberapa petak, setelah bedengan tadi dipenuhi dengan beberapa jenis pupuk dan sudah di beri waktu beberapa hari maka barulah di tabur benih yang sudah diunggulkan tadi, taburlah dengan rapi jangan sampai bertumpuk ini akan menghambat biit cabe tidak tumbuh karena tumpang tinding dengan biji lainnya, lakukan penyiraman dengan rutin setiap sore dan pagi supaya benih bisa tumbuh dengan baik yang perlu anda tau benih cabe rawit lebih lama tumbuh dari pada benih cabe merah, jadi anda harus bersabar.

Baca : Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Yang Baik dan Benar

Cara menanam cabe rawit yang benar yaitu diawali dengan memilih bibit cabe rawit hasil semai yang kualitasnya baik, yaitu yang telah mempunyai daun minimal 4 helai sempurna. Bibit dicabut dari media semai dengan hati-hati supaya akar bibit tidak rusak. Pada media tanam di pot dibuat lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar dibanding dengan bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan memadatkan daerah sekitar akar supaya bibit dapat tumbuh dengan baik, dan siram dengan air secukupnya. 

Khusus Lahan Besar


Setelah benih cabe anda tumbuh barulah anda pindahkan ke lahan yang sudah disiapkan, dan sudah di lengkapi dengan pupuk salah satunya adalah pupuk kompus, atau bekas pembakaran sampah yang mudah anda dapatkan, ini sangat bagus untuk menjaga kesuburan tanah dan menjadikan kualitas tanah dimana lokasi penanaman cabe menjadi lebih baik dari pada tanah dasar.

Cara penanaman berkebun cabe rawit

Taanaman cabe rawit memerlukan tanah yang gembur untuk tumbuh baik. tanah yang digunakan harus memiliki porositas yang baik. usahakan untuk membajak atau mencangkul lahan sedalam 30 cm, hal ini lakukan agar perakaran tanaman cabe tidak terganggu dengan kepadatan tanah.

Buat bedengan dengan tinggi 30 cm yang mana memiliki jarak antar bedengan 60 cm, sedangkan panjang bedengan tergantung dengan kondisi lahan dilapangan. untuk memaksimalkan bedengan buatlah saluran drainase yang baik hal ii dikarenakan pada umumnya tanaman cabe tidak akan tahan terhadap genangan.

Untuk masalaha jarak anda bisa memisahkan antara 60-70 cm supaya pada saat bercabang cabe rawit akan lebih lebar dan akan lebih bebas ini akan sangat berpengaruh pada hasil panen anda nantinya, pada saat tumbuhan cabe rawit sudah bercabang usahakan jangan memotong cabang tersebut ini tidak sama dengan cara menanaman cabe merah, cabe rawit semakin banyak cabang maka akan semakin banyak bunga yang akan tumbuh nantinya, jadi usahakan supaya memberi perawatan pada cabang yang baru tumbuh, seperti memetik daun yang sudah mengering supaya proses pertumbuhan lebih cepat.

Cara Perawatan Cabe Rawit


untuk menjaga tanaman cabe dari kekeringan dan agar tanaman cabe tidak mati maka wajib melakukan perawatan pada tanaman cabe rawit. beberapa perawatan tanaman cabe berbuah penyiraman pemangkasan dan pemupukan. berikut langkah-langkah perawatan tanaman cabe rawit.
Penyiraman

Penyiraman dilakukan 2 kali dalam sehari apabila dalam keadaan terik, yaitu pagi dan seore hari. jangan menyiram tanaman pada siang hari.

# Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada hari ke 20 setelah tanam, pemangkasan dilakukan pada tunas yang berada diketiak daun.

# Pemupukan

Dalam proses pemupukan, cabe rawit yang perlu diperhatikan adalah yang uatama yaitu pupuk kandang, disini anda bisa memanfaatkan kotoran ternak dirumah anda, usahakan kotoran ayam yang sudah kering dan menyatu dengan tanah, bisa anda taburkan pada bagian akar pohon cabe rawit anda bisa mengatusr sendiri untuk pupuk kandang sekitar 700 gram per pohon cabe rawit, adapaun jenis pupk tambahan yang bisa menambah populasi pertumbuhan cabe rawit adalah pupuk urea yaitu NPK Grand-S disini anda bisa mengatur ukurannya sekitar 80 gram per tanaman, usahakan jangan terlalu dengan dengan tanaman pada saat menabur pupuk jenis ini, anda bisa memberi pupuk NPK pada bagian samping di area Bedengan bisa di kiri dan kanan, supaya semua pohon bia menyerap kandungan dari pupuk ini.

baca : cara pemupukan cabe

Untuk tamabahan anda bisa mengandalkan pupuk jenis Grand-S 15 ini bisa anda taburkan di dalam bedengan dan diditup lagi jika sudah, gunakan pupuk jenis ini jika cabe rawit sudah berumur 15 hari, ini akan terleihat perbedaan setelah semua jenis pupuk yang disaran kan sudah anda gunakan, maka bentuk dan ukuran pohon akan semakin sehat.

# Pengendalian Hama Penyakit


Dalam Pengandalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Cabe rawit biasanya menggunakan insektisida biologis seperti Turex WP, ini khusus untuk menghilangkan hama jenis ulat pada daun cabe rawit, sedangkan untuk hama lain seperti kutu daun anda bisa menggunakan insektisida Winder 25WP dan sejenisnya, selain itu cabe rawit juga rentan terhadap serangan bercak maka anda bisa mengandalkan Kocide 54WDG atau Victory 80WP, bagaimana cara menggunakan pestisida ini? anda bisa melihat cara menggunakannya pada label atau botol di setiap pestisida tersebut.

Pemanenan Cabe rawit

Untuk cara memanen cabe rawit secara normal akan dilakukan pada masa umur cabe sekitar 90 hari, pada masa ini buah cabe masih berwarna hijau, usahakan pada saat panen semua buah cabe harus dipeti tanpa ada yang tersisa kecuali masih kecil dan muda jangan sampai anda biarkan menjadi merah, kecuali anda menyimpan untuk benih selajutnya, biasanya para petani menggunakan jaring untuk memetik buah dari cabe rawit supaya mudah dan cepat, caranya dengan membungkus cabang cabe rawit sehingga buah akan keluar dari lubang jaring tersebut dan terpisah dengan daunnya, karena buah cabe ini tergolong kecil ini mungkin menjadi kedala bagi yang memanen seorang diri, cabe rawit dapat dipanen 15 hingga 20 kali di setiap pohonnya berbeda dengan cebe merah, anda juga dapat memberi pupuk untuk tahap dua supaya pohon cabe rawit bisa tumbuh sehat kembali disetiap kali panen, jika situasi tanah baik makan hasil panen akan semakin besar. 

Itulah langkah-langkah cara menanam cabe rawit pada areal yang luas akan tetapi jika anda ingin menanam cabe rawit pada halaman rumah sebaiknya anda melakukan cara menanam cabe rawit di polybag atau menggunakan pot. dan jika anda ingin membudidayakan tanaman cabe untuk bisnis sedangkan anda mempunyai lahan yang sempit Anda bisa mencoba dengan cara menanam cabe dengan hidroponik. akan tetapi tentulah menanam cabai dengan hidroponik membutuhkan modal yang besar daripada dengan cara menanam cabe di kebun.


Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag

00:51:00
Cabe rawit adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, karena hampir semua kebutuhan dapur menggunakan cabe jenis ini, tak jarang kita temukan cabe rawit yang di tanam di dekat rumah sebagai kebutuhan setiap hari daripada mengeluarkan biaya, lebih baik kita tanam sendiri karena cabe jenis ini tidak membutuhkan terlalu banyak perawatan.

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag

Bagi anda yang mempunyai lahan lebih bisa memanfaatkan untuk menanam cabe rawit sebagai alternatif dari cabe merah yang bisa saja membutuhkan lahan yang besar dan dana yang banyak untuk pemupukan, tetapi untuk jenis cabe rawit kita hanya merawat sebelum diturunkan ke tanah, supaya benih yang kita tanam bisa tumbuh dengan sempurna.

Benih cabe rawit juga mudah ditemukan dipasaran, sepreti jenis hibrida dan benih lokal, namun dalam proses pembibitan kedua jenis benih ini mempunyai perbedaan, misalnya jenis hibrida yang membutuhkan beberapa obat-obatan dalam pembibitannya, lain halnya dengan benih lokal tadi, tetapi bukan berarti tidak membutuhkan teknik khusus dalam menanam tumbuhan cabe jenis lokal ini.

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag 


Disini kita akan mempelajari bagaimana menanam cabe rawit jenis lokal pada Polybag atau Pot, kedua media tanam ini mempunyai kemudahan karena bisa diletakan di dekat rumah atau di belakang rumah yang tidak membutuhkan banyak lokasi lahan yang besar. kita perlu melakukan perawatan yang cukup karena penanaman di Polybag atau Pot jauh berbeda dengan yang di tanah, misalnya anda harus rutin dalam melakukan penyiraman 2 hari sekali, supaya tumbuhan cabe anda tidak kekurangan air.

Memilih Benih yang Bagus

dalam pemilihan benih anda bisa membelinya langsung di pasaran, karena seperti yang kita bicarakan tadi pilihlah jenis bibit yang mudah dalam perawatan dan cocok dengan budget anda nantinya, jika anda ingin menggunakan bibit dari induknya, anda juga bisa memilih buah yang besar dan bagus sebagai bibit unggulan nantinya. 


Penyamaian Benih Cabe rawit

Proses penyamain cabe rawit sebaiknya jangan ditabur langsung dalam polybag, lebih baik anda tabur benih tadi di lahan yang subur dan sudah anda lengkapi dengan pupuk kompos supaya benih yang akan anda tanam nanti bisa tumbuh dengan sehat da sempurna.


Proses Penanaman Cabe Rawit

Jika bibit yang sudah anda tabur tadi mulai tumbuh kira-kira 4 cm, barulah anda ambil dan pindahkan benih tersebut ke polybag atau pot, pastikan sebelum anda memindahkan tanaman cabe polybag atau pot sudah diisi dengan tanah dan pupuk kompos dan di biarkan dulu hingga 2 minggu supaya proses penyuburan tanah bisa semperna, karena benih yang baru dipindahkan membutuhkan pupuk yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik dan tidak membuat tanaman lau dengan sendirinya, proses penyiraman pada hari pemindahan juga harus diperhatikan, usahakan tanah selalu sebur dan basah, jangan sampai kering karena bisa membuat tanaman anda kurang sehat nantinya. 

Proses Perawatan

Jika tanaman cabe rawit anda sudah berumur sekitar 2 minggu masih sehat-sehat saja dan belum ada tanda-tanda diserang penyakit atau hama, jngan lakukan penyomprotan jika belum ada penyakit yang datang, usahakan proses penyiraman dengan baik dan rutin jangan pernah menyiram tanaman pada siang hari ketika panas, karena bisa menyebabkan tumbuhan cabe rawit anda layu seketika.


Proses Panen

Masa panen yang normal untuk jenis cabe rawit biasanya sekita dua bulan setelah penanaman, kecuali anda jarang melakukan perawatan atau pupuk yang anda gunakan kurang, ini bisa menghambas proses panen, petilah cabe yang belum berwarna merah tetapi sudah keras atau yang sudah ada garis hijau pada buahnya.

Itulah informasi singkat mengenai bagaimana cara menanam cabe rawit di Polybag atau Pot yang bisa anda coba langsung dan masih kekurangan lahan dalam memilih media tanam yang baik untuk cabe rawit, manfaatkan lahan yang kosong di samping rumah anda untuk menaman tanaman yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Pengendalian Hama Penyakit pada Cabe Merah dan Cabe Rawit

17:08:00
Tanaman cabe sekarang merupakan tanaman unggulan bagi para petani. Karena tak jarang harga jualnya yang melambung tinggi. Permintaan akan cabe di indonesia cukup tinggi baik digunakan sebagai bahan dapur rumah tangga, sebagai bumbu masakan di warung atau restoran, juga sebagai bahan baku pembuatan saus untuk skala industri. 

Tak jarang pula petani merugi akibat faktor cuaca, patahnya harga jual, serta hama dan penyakit pada tanaman cabe. Hama dan penyakit tanaman cabe merah dengan hama dan penyakit tanaman cabe rawit tergolong sama karena cabe merah dan dan cabe rawit berasal dari genus yang sama yaitu Capsicum. Yang membedakan keduanya hanyalah varietas yang rentan terhadap hama dan penyakit, serta tahan terhadap cuaca yang ekstrim. Oleh sebab itulah hal yang paling penting sebelum menanam cabe merah maupun menanam cabe rawit, kita harus menentukan varietas apa yang akan kita gunakan sebelum melakukan cara persemaian cabe.


Pengendalian Hama pada Cabe Merah dan Cabe Rawit


Sebelum tanaman cabe kesayangan yang telah ditanam terserang hama dan penyakit, ada baiknya kita harus mengetahui bebeberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe serta cara penaggulangannya. Hal ini bertujuan supaya kita siap menghadapi beberapa resiko gagal panen. 

Hama dan Penyakit Tanaman Cabe dan Penggulangannya 


Untuk penaggulangan hama dan penyakit kita bisa dengan mudah mendapatkan obat untuk hama atau penyakit ditoko pertanian. Ada obat yang organik ada juga berupa pestisida dengan kandungan kimia atau anda bisa juga melakukan penaggulangan secara manual atu tanpa obat obatan pestisida, fungisida, bakterisida, maupun insectisida. Misalnya tanaman terserang penyakit cabe busuk buah, selain menggunakan fungisida untuk membasmi cendawan atau jamur yang menyebabkan buah busuk maka anda juga harus mengumpulkan semua buah yang busuk untuk dimusnahkan. Hal ini bertujuan agar penyakit cabe busuk buah tidak menjalar ke buah cabe yang lain akibat spora yang dihasilkan cendawan. 

Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe serta saya lengkapkan dengan cara penaggulanganya. 

Jenis Hama Pada tanaman cabe dan cara penaggulangannya


Hama merupakan binatang pengganggu yang dapat merusak tanaman baik akar batang buah dan daun. Pada tanaman cabe sendiri ada beberapa macam hama yang membuat pertumbuhan tanaman cabe terganggu bahkan bisa mengakibatkan matinya tanaman cabe. Nah dibawah ini adalah jenis hama penggangu tanaman cabe dan cara pengendaliannya.

1. Ulat Grayak (Spodoptera litura)


Ulat berarti jenis hama yang akan menjadi kupu-kupu yang umumnya meletakkan telur secara berkelompok pada bagian atas daun atau tanaman. Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini ialah memiliki bintik-bintik segitiga berwarna hitam juga bergaris-garis kekuningan dalam sisinya. Larva akan menjadi pupa (kepompong) yang membentuk di bawah permukaan tanah. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 - 61 hari. Telur akan menetas menjadi ulat (larva), mula-mula hidup berkelompok juga kemudian menyebar. Menyerang bersama-sama dalam jumlah yang sangat banyak. Ulat ini memangsa segala jenis tumbuhan (polifag), termasuk menyerang tumbuhan cabe. Agresi ulat grayak terjadi di malam hari, alasannya kupu-kupu maupun larvanya aktif di malam hari. Dalam siang hari bersembunyi di daerah yang teduh atau di permukaan daun bagian bawah. Hama ulat grayak merusak di isu terkini kemarau melalui cara memakan daun mulai dari bagian tepi sampai bagian atas maupun bawah daun cabe. Agresi hama ini mengakibatkandaun-daun berlubang secara tidak beraturan, sehingga menghambat proses fotosintesis juga akibatnya produksi buah cabe menurun.

Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan melalui cara mekanis, ialah menghimpun telur juga ulat-ulatnya juga pribadi dibunuh. Secara kultur teknis, ialah menjaga kebersihan kebun dari gulma juga sisa-sisa tumbuhan yang menjadi daerah persembunyian hama, juga melakukan rotasi tanaman. 

Pengendalian Hayati (biologis) kimiawi, ialah disemprot melalui obat serangga berbahan aktif bacilus thuringiensis. Sex pheromone, ialah jebakan ngengat (kupu-kupu) jantan. Sex pheromone berarti aroma yang dikeluarkan serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan sexual (birahi) dalam serangga jantan dewasa bagi menghampiri juga melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan. Sex pheromone dari taiwan yang di indonesia diberi nama "ugratas" atau ulat grayak berantas tuntas berwarna "merah" sangat efektif bagi dijadikan jebakan kupu-kupu dewasa ulat grayak. Cara pemasangan ugratas merah ini ialah dimasukkan ke dalan botol bekas aqua volume 500 cc yang diberi lubang kecil bagi daerah masuknya kupu-kupu jantan. Bagi 1 hektar kebun cabe cukup dipasang 5-10 buah ugratas merah, melalui cara digantungkan sedikit bertambahtinggi pada bagian atas tumbuhan cabe. 

2. Thrips (thrips sp.)


Gejala agresi yang ditimbulkan oleh thrips ialah awalnya muncul noda-noda keperakan dalam daun-daun muda, yang akan terjadi adanya luka bekas agresi thrips. Noda-noda keperakan itu bermetamorfosis coklat. Agresi berat dapat mengakibatkan daun-daun mengeriting ke atas. Serangga ini mempunyai tipe verbal pemarut juga pengisap. Ia memarut jaringan daun atau bunga juga mengisap cairan yang keluar dari bagian itu. Agresi dalam bunga sudah mekar akan muncul bercak cokelat. Sedangkan dalam bunga masih kuncup, thrips mengakibatkan bunga gagal mekar. Thrips memiliki ciri-ciri yaitu serangga dewasa berukuran kecil, panjang 0,8 mm – 0,9 mm, berwarna kuning kecoklatan kehitam-hitaman. Hama ini berkembang biak secara tak kawin (partenogenesis). Telur berbentuk oval, diletakkan di dalam jaringan daun. Nimfa berwarna putih juga sangat aktif, diikuti melalui periode pre pupa juga kemudian pupa. Pupa membentuk dalam tanah, kemudian menjadi serangga dewasa. Daur hidup berkisar antara 7 – 12 hari di dataran rendah, juga berkembang pesat populasinya dalam isu terkini kering (kemarau). Spesies thrips yang acapkali ditemukan ialah t. Tabaci yang hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tumbuhan (polifag).

Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan melalui cara kultur teknis, ialah melalui pergiliran tumbuhan atau mengatur rotasi tumbuhan yang bukan sefamili, juga mengatur waktu tanam yang tepat, memakai mulsa plastik hitam perak dalam lahan tanam. Pengendalian secara kimiawi, ialah melalui disemprot obat serangga bferbahan aktif asetat, dimetoat, endosulfat, formothion, karbaril, merkaptodimetur, juga metomil. Dosis juga waktu pemberian yang sempurna dapat menekan populasi thrips. Beberapa bahan insektida yang biasa digunakan oleh para petani antara lain adalah; deltamethrin 25 ec 0,1-0,7 cc/lt, triazophos 40 ec 0,5-2,0 cc/lt, endosulfan 25 ec 0,5-2,0 cc/lt, atau juga decis 2,5 ec (0,04%), hostathion 20 ec (0,2%) maupun mesurol 50 wp (0,1-0,2%), pegasus 500 sc atau perfekthion 400 ec, dalam waktu sore hari.

3. Lalat buah (dacus ferrugineus)


Hama ini mengakibatkanbuah cabe mengalami kebusukan. Buah cabe yang diserang lalat buah akan menjadi bercak-bercak bulat, berlubang kecil juga kemudian membusuk. Buah cabe yang terserang akan dihuni larva yang mengakibatkansemua bagian buah cabe rusak, busuk, juga berguguran (rontok). Serangga dewasa panjangnya kurang bertambah0.5 cm, berwarna coklat-tua, juga meletakkan telurnya di dalam buah cabe. Telur itu akan menetas, kemudian merusak buah cabe. Daur hidup hama ini lamanya sekitar 4 minggu, juga pembentukan stadium pupa terjadi pada bagian atas permukaan tanah. ( di spin aja)

Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan melalui cara kultur teknik, ialah melalui pergiliran tumbuhan yang bukan tumbuhan inang lalat buah. secara mekanis ialah melalui memusnahkan buah cabe yang terserang lalat buah, secara kimiawi ialah melalui pemasangan jebakan beracun "metil eugenol" atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan maupun betina. Atau, disemprot pribadi melalui obat serangga mirip buldok, lannate ataupun tamaron. 

4. Kutu daun (myzus persicae sulz.)


Kutu daun atau acapkali disebut juga aphid tersebar di seluruh dunia. Hama ini memakan segala jenis tumbuhan (polifag), bertambahdari 100 jenis tumbuhan inang, termasuk tumbuhan cabe. Kutu daun berkembang biak melalui 2 cara, ialah melalui perkawinan biasa juga tanpa perkawinan atau telur-telurnya dapat berkembang menjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis). Daur hidup hama ini berkisar antara 7 - 10 hari. Hama ini menyerang tumbuhan cabe melalui cara mengisap cairan daun, pucuk, tangkai bunga ataupun bagian tumbuhan lainnya. Agresi berat mengakibatkandaun-daun melengkung, keriting, belang-belang kekuningan (klorosis) juga akhirnya rontok sehingga produksi cabe menurun.

Kehadiran kutu daun di kebun cabe, tidak hanya menjadi hama akan tetapi juga berfungsi sebagai penular (penyebar) banyak sekali penyakit virus. Di samping itu, kutu daun mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun. Cairan manis ini akan ditumbuhi cendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis. Agresi kutu daun menghebat dalam isu terkini kemarau. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan melalui cara kultur teknik, ialah menanam tumbuhan jebakan (trap crop) di sekeliling kebun cabe, misalnya jagung. Kimiawi, ialah melalui semprotan obat serangga yang efektif juga selektif mirip deltamethrin 25 ec dalam konsentrasi 0,1 - 0,2 cc/liter, decis 2,5 ec 0,04%, hostathion 40ec 0,1% atau orthene 75 sp 0,1%. 

5. Tungau (tarsonemus translucens)


Tungau berukuran sangat kecil, akan tetapi bersifat pemangsa segala jenis tumbuhan (polifag). Serangga dewasa panjangnya + 1 mm, bentuk mirip laba-laba, juga aktif di siang hari. Siklus hidup tungau berkisar selama 14-15 hari. Tungau menyerang tumbuhan cabe melalui cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. Yang akan terjadi serangannya dapat menimbulkan bintik-bintik kuning atau keputihan. Agresi yang berat, terutama di isu terkini kemarau, akan mengakibatkancabe tumbuh tidak normal juga daun-daunnya keriting. Pengendalian tungau dapat dilakukan melalui cara disemprot obat serangga akarisasi mirip omite ec (0,2%) atau mitac 200 ec (0,2%).

Penyakit tanaman cabe dan penanggulangannya


Penyakit tanaman naman cabe sangatlah banyak. beberapa penyakit disebabkan karena terkontaminasinya cabe dengan patogen yang dibawa oleh hama atau bisa juga karena terinfeksi jamur, bakteri, serta virus myang menyerang tanaman cabe . umumnya tanaman yang terserang penyakit bisa dikendalikan dengat obat-obatan seperti fungisda. berikut beberapa jenis penyakit yang menyerang tanaman cabe

1. Patek


Penyakit patek atau antraks seringkali dijumpai tumbuhan cabe. Penyakit patek cukup berbahaya lalu cepat menjalar, sehingga bisa menurunkan produktifitas yang signifikan. Penyakit patek disebabkan oleh cendawan colletotricum capsici lalu colletotricum piperatum, bercak daun (cercospora capsici). Gejala agresi antraks atau patek ialah bercak‐bercak dalam buah, buah kehitaman lalu busuk kering dalam buah, lalu akhirnya rontok. Penyakit busuk buah kering yang disebabkan cendawan untuk mengatasinya dapat memakai fungisida mirip antracol lalu dilakukan sesuai melalui dosis sesuai petunjuk penggunaan dalam produk.

2. Keriting daun


Penyakit kuning keriting sangat sulit diberantas, apalagi dihilangkan hingga 0%. Upaya yang dilakukan hanya sebatas pengendalian risiko, untuk mencapai ambang toleransi penyakit agar tidak merugikan atau memperkecil kerugian produksi cabe.gejala penyakit tumbuhan cabe kebanyakan berwarna mosaik kuning atau hijau belia mencolok. Kadang-kadang pucuk menumpuk keriting diikuti melalui bentuk helaian daun menyempit atau cekung, tumbuhan tumbuh tidak normal menjadi bertambahkerdil dibandingkan melalui tumbuhan sehat. Kedua gejala penyakit di atas, kuning lalu hijau keriting sering pula ditemukan secara bersamaan dalam satu varietas dalam lahan yang sama. Di lapang gejala ditemukan dalam banyak sekali stadium dari mulai gejala awal mirip urat daun kekuningan dalam pucuk hingga seluruh daun bergejala kuning. Penyakit ini diketahui dalam tak banyak varietas cabe cukup merugikan, hasil panen berkurang hingga terjadi puso, terutama dalam tumbuhan yang terinfeksi semenjak masa tumbuhan masih sangat muda. Dalam tumbuhan cabe rawit yang terserang hingga 100% masih bisa menghasilkan buah walaupun sedikit, sedangkan dalam cabe besar yang terserang penyakit ini menhasilkan buah yang sangat sedikit.

Bercak daun ialah bercak‐bercak kecil yang akan melebar. Pinggir bercak berwama bertambahtua dari bagian tengahnya. Sentra bercak ini sering robek atau berlubang. Daun berubah kekuningan lalu gugur. Agresi keriting daun sesuai namanya ditandai oleh keriting lalu mengerutnya daun, tetapi keadaan tumbuhan tetap sehat lalu segar. Selain penyakit keriting daun, penyakit lainnya dapat dicegah melalui penyemprotan fungisida dithane m 45, antracol, cupravit, difolatan. Kalau tumbuhan diserang penyakit keriting daun maka tumbuhan dicabut lalu dibakar, alasannya ialah pengendalian keriting daun secara kimia masih sangat sulit.

Inti pengendalian penyakit kuning keriting dalam tumbuhan cabe ialah upaya terpadu untuk menghalangi terjadinya infeksi terutama dalam waktu tumbuhan masih muda. Pengendalikan penyakit kuning keriting ialah sebagai berikut mengisolasi persemaian melalui kerodong yang kedap kutu kebul (+ 50 ), memakai mulsa plastik perak dalam pertanaman di areal tanam, memantau tumbuhan belia hingga umur 30-35 hari, segera memusnahkan tumbuhan cabe yang terserang awal penyakit kuning keriting, tumbuhan yang dicabut segera disulam melalui semaian yang sehat, memakai obat serangga selektif mirip imidaklorpid atau obat serangga sejenis agar musuh alami predator tidak ikut termusnahkan, menyiangi gulma, pemeliharaan kebun melalui baik sesuai anjuran lalu selalu memantau perkembangan juga mengendalian penyakit lalu hama perlu lainnya, gunakan varietas yang tahan terhadap keriting daun, lalu lain-lain. Layu bakteri (pseudomonas solana-cearum e.f. Smith)

Tanaman yang terserang layu bakteri akan menunjukan gejala layu dalam batang lalu daun tanaman, mulai dari bagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Daun menguning lalu akhirnya mengering juga rontok lalu akhirnya mati. Penyakit layu bakteri dapat menyerang tumbuhan cabe dalam semua tingkatan umur, tetapi paling peka ialah tumbuhan belia atau menjelang fase berbunga maupun berbuah.

Bakteri layu pada umumnya menghebat dalam tumbuhan cabe di dataran rendah. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu, yaitu perlakuan benih atau bibit sebelum tanam melalui cara direndam dalam bakterisida agrimycin atau agrept 0,5 gr/lt selama 5-15 menit. Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang. Pencabutan tumbuhan yang sakit agar tidak menular ke tumbuhan yang sehat. Penggunaan bakterisida agrimycin atau agrept melalui cara disemprotkan atau dikocor di sekitar batang tumbuhan cabe tersebut yang diperkirakan terserang bakteri p. Solanacearum. Selain tersebut juga dapat dilakukan melalui melakukan pengelolaan (manajemen) lahan, misalnya melalui pengapuran tanah ataupun pergiliran tumbuhan yang bukan famili solanaceae.

3. Layu fusarium (fusarium oxysporum sulz.)


Gejala agresi yang dapat diamati ialah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas, kemudian diikuti melalui merunduknya tangkai-tangkai daun; sehingga hasil bertambahlanjut seluruh tumbuhan layu lalu mati. Gejala kelayuan tumbuhan sering sulit dibedakan melalui agresi bakteri layu (p. Solanacearum). Layu fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. Pada umumnya penyakit ini tampak dalam tanah-tanah yang ber-ph rendah (masam). Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan melalui cara memotong pangkal batang tumbuhan yang sakit, kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit, kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. Kalau dari pangkal batang keluar cairan putih lalu terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkas pembuluhnya, hal tersebut membuktikan adanya agresi fusarium.

Pengendalian penyakit layu fusarium dapat dilakukan melalui banyak sekali cara, yaitu perlakuan benih atau bibit melalui cara direndam dalam larutan fungisida sistemik, misalnya benlate ataupun derosal 0,5-1,0 gr/lt air selama 10-15 menit. Pengapuran tanah sebelum tanam melalui dolomit atau captan (calcit) sesuai melalui angka ph tanah agar mendekati netral. Pencabutan tumbuhan yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi untuk tumbuhan yang sehat. Pengaturan pembuangan air (drainase), melalui cara pembuatan bedengan yang tinggi, terutama dalam ekspresi dominan hujan. Penyiraman larutan fungisida sistemik mirip derosal, anvil, previcur n lalu topsin di sekitar batang tumbuhan cabe yang diduga sumber atau terkena cendawan. Bercak daun lalu buah (collectro-tichum capsici (syd). Butl. Et. Bisby). Bercak daun lalu buah cabe sering disebut juga penyakit antraknose atau "patek". Penyakit ini menjadi problem utama di ekspresi dominan hujan. Disebabkan oleh cendawan gloesporium piperatumdan colletotrichum capsici. Cendawan g. Piperatum umumnya menyerang buah belia lalu menimbulkan mati ujung.

4. Bercak daun (cercospora capsici heald et wolf)


Penyebab penyakit bercak daun ialah cendawan cercospora capsici. Gejala agresi penyakit ditandai melalui bercak-bercak bundar kecil kebasah-basahan. Berikutnya bercak akan meluas melalui garis tengah + 0,5 cm. Di sentra bercak nampak berwarna pucat hingga putih lalu dalam bagian tepinya berwarna bertambahtua. Agresi yang berat (parah) dapat menimbulkan daun menguning lalu gugur, ataupun eksklusif berguguran tanpa didahului menguningnya daun. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan melalui cara menjaga kebersihan kebun, lalu disemprot fungisida mirip topsin, velimek, lalu benlate secara berselang-seling.

5. Bercak alternaria (alternaria solani ell & marf)


Penyebab penyakit bercak alternaria ialah cendawan. Gejala agresi penyakit ini ialah ditandai melalui timbulnya bercak-bercak coklat-tua hingga kehitaman melalui lingkaran-lingkaran konsentris. Bercak-bercak ini akan membesar lalu bergabung menjadi satu. Agresi penyakit bercak alternaria berawal dari daun yang paling bawah, lalu kadang-kadang juga menyerang dalam bagian batang. Pengendalian penyakit bercak alternaria antara lain melalui cara menjaga kebersihan kebun, lalu disemprot fungisida mirip cupravit, dithane m-45 lalu score, secara berselang-seling.

6. Busuk daun lalu buah (phytophthora spp)


Penyakit busuk daun dapat pula menimbulkan busuk buah cabe. Gejala agresi tampak dalam daun adalah bercak-bercak kecil di bagian tepinya, kemudian menyerang seluruh batang. Batang tumbuhan cabe juga dapat terserang penyakit ini, ditandai melalui gejala perubahan warna menjadi kehitaman. Buah cabe yang terserang memperlihatkan gejala awal bercak-bercak kebasahan, kemudian meluas, lalu akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya alasannya ialah membusuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan melalui cara pengaturan jarak tanam yang baik, adalah di ekspresi dominan hujan idealnya 70 x 70 cm, mengumpul buah cabe yang busuk untuk dimusnahkan, lalu disemprot fungisida mirip sandovan mz, kocide atau polyram secara berselang-seling. Virus

Penyakit virus dalam tumbuhan cabe di pulau jawa lalu lampung ditemukan adanya cucumber mosaic virus (cmv), potato virus y (pvy), tobacco etch virus(tev), tobacco mosaic virus (tmv), tobacco rattle virus (trv), lalu juga tomato ringspot virus (trsv). Gejala penyakit virus yang umum ditemukan ialah daun mengecil, keriting, lalu mosaik yang diduga oleh tmv, cmv lalu tev. Penyebaran virus pada umumnya dibantu oleh serangga penular (vektor) mirip kutu daun lalu thrips. Tumbuhan cabe yang terserang virus sering bisa bertahan hidup, tetapi tidak menghasilkan buah.

Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan melalui cara pemberantasan serangga vektor (penular) mirip aphids lalu thrips melalui semprotan obat serangga yang efektif. Tumbuhan cabe yang memperlihatkan gejala sakit lalu mencurigakan terserang virus dicabut lalu dimusnahkan. Melakukan pergiliran (rotasi) tumbuhan melalui tumbuhan yang bukan famili solanaceae.

Penyakit fisiologis


Merupakan keadaan suatu tumbuhan menderita sakit atau kelainan, tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. Tak banyak contoh penyakit fisiologis dalam tumbuhan cabe yang paling sering ditemukan ialah kekurangan unsur hara kalsium (ca), lalu terbakarnya buah cabe hasil sengatan sinar matahari. Tumbuhan cabe yang kekurangan unsur ca akan memperlihatkan gejala dalam buahnya memiliki bercak hijau-gelap, kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. Jaringan di daerah bercak menjadi rusak hingga ke bagian dalam buah. Bentuk buah cabe menjadi pipih lalu berubah warna bertambahawal (sebelum waktunya). Pada umumnya kekurangan ca dalam stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. Usaha pencegahan kekurangan ca dapat dilakukan melalui cara pengapuran sewaktu mengolah tanah, diikuti pemupukan berimbang, lalu pengairan kebun secara merata. Kalau tumbuhan cabe sedang masa berbuah tetapi menunjukan gejala kekurangan ca, maka dapat disemprot melalui pupuk daun yang banyak mengandung unsur ca.

Pengendalian Hama Lalu Penyakit Tumbuhan Cabe Secara Organik 


Teknik pengendalian hama lalu penyakit melalui memakai pestisida umum digunakan oleh para petani. Penggunaan pestisida sangat efektif untuk membasmi hama lalu penyakit tumbuhan cabe. Pestisida berarti bahan kimia yang dapat membunuh hama lalu penyakit tumbuhan cabe, akan tetapi disisi lain bahan kimia tersebut juga dapat mencemari buah cabe sebagai produk pangan. Pestisida berarti racun yang berbahaya untuk manusia, hewan peliharaan, lalu lingkungan kalau salah dalam penggunaannya. Penggunaan bahan-bahan berbahaya yang tidak diorientasikan sebagai pestisida hendaklah tidak dilakukan mirip formalin lalu lain-lain. Penggunaan pestisida harus sesuai dosis yang dianjurkan, sempurna waktu, sempurna cara, sempurna sasaran lalu sempurna guna.

Penggunaan pestisida secara kimia harus ditekan sedikit mungkin. Penggunaan pestisida kimia selain tidak baik untuk kesehatan konsumen, juga makin lama hama lalu penyakit menjadi resisten. Oleh alasannya ialah itu, pertanian organic perlu untuk digalakan. Kita dapat memakai agen mikrobia bahan bahan alami yang aman untuk mengendalikan hama lalu penyakit. 

Cara Pemupukan Cabe Merah dan Cabe Rawit

16:33:00
Memilih pupuk pada tanaman cabe tidaklah sembarangan karena jika ingin memilih pupuk harus tepat, baik dosis maupun teknik pemupukan yang benar. Cara pemupukan cabe harus dilakukan agar para petani mampu meraup keuuntungan yang besar pada tanaman cabe. Pada dasarnya pemupukan pada cabe merah maupun pemupukan cabe rawit sama karena pemumpukan  bertujuan mampu memperbaiki hara yang terkandung dalam tanah agar tanaman mampu memberikan tumbuh kembang tanaman cabe dengan sehat baik pada masa vegetatif tanaman cabe maupun masa generatif tanaman cabe. 

NPK Phonska Untuk Tanaman Cabe


Lazimnya para petani cabe menggunakan pupuk organik dan  pupuk kimia yang dikombinasikan pada beberapa kali pemakaian sesuai dengan umur tanaman serta takaran dosis pemberiannya. Apabila pada  cara menanam cabe merah dan cara menanam cabe rawit telah saya bahas tentang cara pemupukannya, akan tetapi disini saya akan memberikan beberapa kumpulan cara pemupukan cabe yang baik dan benar. 

Cara Pemupukan Cabe Supaya Banyak Buahnya


Beberapa petani menganjurkan beberapa pupuk supaya kita memperoleh buah cabe yang banyak serta mampu memberikan perkembangan dan pertumbuhan cabe yang signifikan. Mari kita sama melihat beberapa jenis pupuk yang di anjurkan oleh petani cabe professional sehingga cabe menjadi subur dan banyak buahnya baik berupa pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anotganik (pupuk kimia)

1. Pupuk Organik Untuk Cabe


Pada dasarnya pupuk organik adalah pupuk hasil dari pemubusukan jasad renik (Pupuk Kompos), atau dari kotoran hewan (pupuk kandang). Pupuk Organik kompos ada yang diproduksi oleh beberapa perusahaan maupun adan bisa melakukan pengomposan sendiri dengan bantuan mikroba EM4 yang dijual di toko pertanian. Untuk pupuk kandang pastinya sudah jelas bahwa pupuk tersebut berasal dari kotoran atau limbah hewan ternak. 

Beberapa petani menyarankan agar kita menggunakan pupuk kompos kandang dari kotoran ayam. Untuk pembuatan pupuk kandang  kandang dari kotoran ayam harus melakukan pengeringan. Selanjutnya melakukan pengomposan pupuk kandang kotoran ayam  kompos dengan cara penimbunan agar pupuk kandang terfermentasi dengan baik. Kenapa petani menyarankan menggunakan pupuk kandang kotoran ayam? Itu karena kandungan nitrogen dalam pupuk kandang kotoran ayam kering memeliki kandungan Nitogen ( N) yang sangat tinggi dari pupuk kandang lainya. Karena sebab itulah petani cabe menyarankan agar menggunakan pupuk kotoran ayam. 

Nitrogen merupakan usur hara makro yang begitu sngat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan cabe. Dengan adanya kandungan Nitrogen dalam pupuk kandang kotoran ayam berfungsi sebagai pembentukan tunas pucuk, mempercepat pembentukan akar, batang, daun, bunga dan buah cabe. Bukan unsur Nitrogen saja yang terkandung dalam pupuk kandang kotoran ayam, namun juga mengandung unsur Magnesium (Mg), Kalium (K), Kalsium (Ca) dan unsur hara makro dan mikro lainnya. Semua unsur ini sangat penting agar tanaman dapat tumbuh baik dan mampu berbuah lebat.

Pemakain pupuk kandang dalam satu hektar lahan perkebunan cabe adalah sebnyak 20 - 30 ton, semua itu tergantung dari kondisi kesuburan tanah pada lahan. Pemupukan Dilakukan dengan menyebarkan secara merata 2 -3 Kg pada bagian atas bedengan. Apabila pupuk kandang telah disebar pada bedengan kemudian cangkulah tanahnya kembali agar pupuk mampu tercampur sempurna dengan tanah. Selain itu kumpulkan pada bebengan juga dapat dilakukan dengan cara memasukkan pupuk kandang ke dalam lubang media tanam dan mencampurnya dengan tanah. 

2. Pupuk Anorganik atau Pupuk Kimia Untuk Cabe


Beberapa pupuk anorganik atau pupuk kimia yang anda perlukan untuk proses pemupukan tanaman cabe bisa anda dapatkan di toko-toko pertanian. Cara pemberian pupuk pada tanaman cabe seharusnya dilakukan sesuai dengan kriteria tanah dan juga apa yang pengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe. Pemberian pupuk kimia pada tanaman cabe haruslah berimbang karena jika berlebihan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman cabe.

Pupuk kimia yang diberikan adalah pupuk ZA dengan dosis 650 kg per hektar urea dengan dosis 250 kg per hektar SP 36 dengan dosis 500 kg per hektar dan pupuk KCL dengan dosis 400 kg per hektar. Empat jenis buku ini diberikan pada saat tanaman cabe berumur 2 6 dan 9 Minggu dengan dosis sepertiga. 

Beberapa petani merekomendasikan Penggunaan pupuk Phonska untuk meningkatkan usia tanaman cabe menjadi lebih tahan lama menghasilkan buah yang banyak dan juga hasil panen menjadi 60 kali lipat. Pembuatan pupuk Phonska ( NPK 16-16-16) cair yaitu dengan melarutkan pupuk Phonska ke dalam air dan ditambahkan pupuk urea SP 36 pupuk ZA dan pupuk anorganik lainnya sesuai dengan kebutuhan tanaman cabe.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Penggunaan pupuk Phonska cair sudah Tidak diragukan lagi efektivitas hasil yang dihasilkan oleh tanaman cabe, Terutama pada lahan persawahan yang digunakan sebagai tempat menanam cabe. Penggunaan pupuk Phonska cair tidak hanya untuk cabe rawit tetapi juga untuk cabe merah. 

Inilah beberapa cara pemupukan tanaman cabe untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita kita harus bisa dan mampu merawat tanaman cabe dengan ketekunan dan kesabaran dan serta kita harus mengetahui cara menanam cabe yang baik dan benar

Cara Menanam Cabe Merah

05:45:00
Menanam Cabe Merah Merupakan salah satu usaha budidaya sayuran yang mempunyai  peluang bisnis yang besar. akibat besarnya kebutuhan di dalam maupun luar negri membuat komoditas cabe merah sangatlah menjanjikan. akibatnya petani sendiri harus memeahami secara keseluran cara menanam cabe marah secara intensif sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen cabe merah yang melimpah. tak heran jika banyak petani cabe merah mampu meraup keuntungan yang tinggi karena cabe merah tak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, akan tetapi cabe merah juga bisa di olah menjadi obat - obatan.

Cara Menanam Cabe Merah

Sejatinya Cara Menanam Cabe Merah Dibilang agak sedikit susah susah gampangnya apabila dibandingkan dengan cara menanam cabe rawit. dengan menerapkan cara menanam cabe yang baik dan benar maka diharapkan kita bisa memperoleh hasil yang maksimal. pada kesempatan ini saya akan membagikan tata cara budidaya menanam cabe merah khususnya jenis Capsicum annum .L yang yang baik di tanam di iklim tropis seperti di daerah Indonesia dimana penyinaran matahari yang penuh serta tanaman ini sangat cocok untuk bisa tumbuh di dataran rendah hingga batas ketinggian 1400 mdpl (meter diatas permukaan laut) apabila di dataran tinggi cabe merah ini pun masih bisa tumbuh akan tetapi hasilnya kurang maksimal. Cabe merah dapat tumbuh dalam kondisi tanah yang memiliki ph 6-7

Cara Menanam Cabe Merah Secara Intensif

Dalam upaya memenuhi kebuthan pasar terhadap produksi cabe merah yang semakin kompetitif, maka petani harus berupaya memproduksi dan menanam cabe merah dalam meningkatkan produktifitas hasil cabe merah. Berbagai macam usaha cara menanam cabe merah yang dilakukan oleh petani mulai dari penerapan teknologi yang tepat, penentuan lokasi penanaman, persiapan lahan, pemilihan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan dan pemupukan cabe merah, sampai pemanenan.

Bagi petani yang membudidayakan cabe merah tentunya memiliki tantangan tersendiri, disamping harga nya yang tinggi kadangkalanya harga cabe merah juga bisa anjlok dalam skala yang tidak normal. Dalam cara  menanam cabe merah juga diperlukan beberapa kajian dan analisa terhadap permintaan pasar supaya petani bisa menghindari kerugian dalam menanam cabe merah.

1. Pemililhan Benih Cabe Merah

Pengadaan dan pemilihan cabe merah cabe merah bisa dilakukan dengan cara kita membuatnya sendiri ataupun bisa juga dengan membeli benih di tokoh-tokoh pertanian. Dengan membeli benih dengan membeli benih otomatis akan lebih praktis dan juga bisa kita bisa mendapatkan benih beberapa jenis varietas cabe merah yang unggul apabila membuat benih cabe merah dengan cara membuatnya sendiri terbilang cukup rumit Disamping itu juga mutu dari hasil tanaman cabe merah kurang baik.

Dengan cara pemilihan benih cabe yang tepat keberhasilan produksi tanaman cabe merah dapat dicerminkan oleh tingginya produksi ketahanan terhadap hama dan penyakit serta mampu beradaptasi dengan iklim di sekitar. Biji benih yang baik dengan varietas yang terpercaya kita dapat membeli dari tokoh-tokoh pertanian atau distributor karena dengan benih tersebut dapat dipertanggung jawabkan kemurniannya dan daya kecambah benih tersebut

2. Penyemaian Dan Pembibitan 

Pada dasarnya membuat persemaian dan pembibitan cabe dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara penyemaian menggunakan media polybag dan penyemaian menggunakan bedengan persemaian, kedua metode persemaian hampir sama dan paetani lebih banyak menggunakan metode persemaian menggunakan media bedengan sebagai wadah persemaian nya, kana tetapi jika anda ingin mendapat kan hasil yang optimal silahkan baca Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Yang Baik dan Benar

Teknik penyemaian cabe merah bisa menggunakan polybag dan hampir sama dengan penyemaian menggunakan bedengan. akan tetapi penyemaian dengan polybag cepat menghasilkan bibit yang bagus. Sebelum dilakukan persemaian alangkah baiknya jika benih tanaman cabe sebaiknya Direndam dulu dengan larutan air hangat dengan suhu 50 derajat Celcius atau bisa juga dengan menggunakan larutan Previcure N sebanyak 1 cc selama 1 jam.  karena dengan merendam benih cabe bisa mempercepat daya perkecambahannya serta menghilangkan patogen atau penyakit yang terbawa dari benih cabe. 

Buatlah tempat persemaian yang diberikan naungan atap plastik yang transparan, dan atap tempat persemaian menghadap ke arah timur supaya bibit tanaman cabe yang akan tumbuhdapat mendapatkan sinar matahari secara langsung. Agar keadaan tanah pada polybag persemaian tetap lembab dan juga untuk mempercepat dalam perkecambah benih tanaman cabe sebaiknya sehari sebelum tanam tanah dalam polybag harus disiram terlebih dahulu

Untuk menjaga kelembaban dari media persemaian tanaman cabe sebaiknya benih yang sudah disemai dibumbun dengan jerami. Kita harus menjaga kelembaban tanah secara optimal dengan menyiram setiap hari pagi dan sore pada benih yang ditanam cara pengirimannya cukup mudah yaitu dengan menyirami di atas jerami yang menutupi  tempat persemaian benih agar airnya tidak jatuh secara langsung ke tanah persemaian bibit cabe

Biarkan benih tumbuh menjadi bibit minimal sampai 4 helai daun sebelum bibit dipindahkan ke lahan. Sebelum bibit dipindahkan sebelum bibit dipindahkan Bukalah atap naungan tempat pembibitan Bukalah atap naungan pempat pembibitan atau pindah kan bibit ke tempat terbuka supaya bibit cebe menjadi kuat dan tidak rapuh sebelum dipindahkan kelapangan atau lahan menanam cabe. apabila bibit telat dipindahkan atau sudah terlanjur tua maka pertumbuhannya akan kurang bagus

3. Persiapan Lahan Dan Pengolahan Tanah 

Dalam teknik budidaya menanam cabe, yang sangat penting adalah mempersiapkan lahan. Dalam hal ini Anda harus menyediakan sebidang tanah yang telah dibuat menjadi bedengan. bedengan adalah lahan yang sudah dibuat menjadi seperti gundukan untuk tempat menanam cabe. persiapan lahan bertujuan untuk meningkatkan drainase, areasi, penggemburan tanah dan menghilangkan gulma. Bedengan sebaiknya di buat  sebelum bibit cabe tumbuh dan siap untuk dipindahkan ke lahan yang sudah di persiapkan untuk budidaya cabe.

Beberapa kriteria yang tanah yang akan menjadi media tanam cabe yaitu tanah harus sangat gembur, dan tanah tidak mempunyai banyak batu. Dengan mudah meresap air ke dalam tanah serta pertukaran udara dalam tanah menjadi lebih baik karena apabila gas oksigen dan asam-asam masuk ketanah, maka kelak oksigen dan asam tanah dapat meracuni akar tanaman cabe. Ini berarti bahwa tanah mudah untuk menjadi padat kembali. 
 

Cara menggeburkan tanah dan membuat bedengan untuk tanaman cabe bisa dengan membajak ataupun mencangkul sehingga bisa mebentuk bedengan. Saat musim hujan pun tanah juga harus bisa menyerap air dan air yang berlebihan mampu dibuang ke drainase atau air penyiraman ke dalam tanah. Jika pada musim hujan air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti bahwa drainase yang anda buat sudah cukup .

Akan lebih baik tanah dicampur dengan pupuk kompos dengan volume 6 sampai 12 ton per hektar lahan, pupuk SP 500 Kg, pupuk kapur Dolomide, 1-2 ton perhektar lahan, bentuk bedengan dengan jarak 1-2 meter dan tinggi 20-30 Cm disesuaikan dengan kondisi lahan, Aduk kompos, Dolomide, SP, Kapur dengan tanah hingga rata, sehingga tidak merusak akar tanaman, lalu diperam selama 1-2 minggu. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya.
 
Untuk Menanam Cabe secara intensif gunakan mulsa plastik perak untuk menutupi bedengan, ini berfungsi untuk menekan populasi gulma dan memperbaiki stabilitas tanah, serta mengurangi erosi pada bedengan. lapisi seluruh bedengan dengan mulsa plastik perak khusus yang kemudian dilubangi sebagai tempat menanam benih cabe. Jarak antara satu cabe dengan yang lain adalah sekitar 50-70 cm.

4. Pemindahan Dan Penanaman Bibit Cabe Merah

Setelah tanah lahan telah selesai di olah, seluruh bedengan diberikan mulsa plastik perak. maka bibit tanaman cabe merah berikutnya dengan mengeluarkan bibit dari media pembibitan. Jika sebelum benih ditanam di polybag plastik kecil, maka bagian berikutnya adalah merobek polybag plastik kemudian dipindahkan dan menanam bibit tumbuh cabai langsung ke lubang yang telah dibuat atas mulsa plastik. Kemudian benih cabai merah tersebut ditanam serta disiram benih dengan setiap hari.
Tancapkanlah Tiang ajir dari bambu di samping tempat tumbunya bibit tnaman cabe merah, tiang ajir ditancapkan yang dalam sehingga diharapakan mampu menopang batang tanaman cabe merah agar tidak mudah rusak dan roboh apabila terkena air hujan, amaupun hembusan angin.  apabila semua proses penanam telah siap maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah merawat tanaman cabe merah secara intensif.

5. Pemeliharaan Dan Perawatan


Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman juga merupakan hal yang tak kalah petingnya di hal diatas. kita tau bahwa cabe merah sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. maka dalam hal ini kita harus benar benar merawat tanaman cabe merah secara keselurahan. dimulai dari penyiraman secara teratur, membersihkan lahan dari gulma yang dapat mebuat tanaman cabe merah berebut unsur hara dari dalam tanah, pemupukan, dan juga pengendalian hama dan penyakit. 

Penyiraman tanaman cabe merah dilakukan setiap hari untuk menjaga stabilitas tanah agar tidak cepat kering. sedang untuk pemupukan tanaman cabe sendiri dapat dilakukan seminggu sekali. penaggulangan hama dan penyakit anda bisa menggunakan obat atau pestisida yang dijual di toko-toko pertanian.

6. Pemanenan Cabe Merah

Apabila tanaman cabe sudah berbuah dan masak, petik dan panenlah buah cabe merah pada saat pagi hari. buah cabe merah yang bagus untuk dipanen adalah buah yang tidak terlali muda akan tetapi juga tidak terlalu matang.  pemetikan buah cabe harus dipetik sekaligus tangkainya agar buah tidak busuk. simpanlah hasil panen cabe merah di tempat kering dan sejuk sebeluam anda menjualnya.

Itulah beberapa cara menanam cabe merah . Cukup mudah dilakukan dan Anda bisa mendapat hasil produksi yang memuaskan

Setelah beberapa cara menanam cabe merah yang baik maupun ataupun secara intensif untuk pertanian atau perkebunan tanaman cabe  Semoga dengan cara menanam cabe merah di atas dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anda semua dan semoga dengan cara menanam cabe yang baik maka kita berharap akan memperoleh hasil yang baik pula Apabila Anda ingin menanam cabe merah di dalam polybag atau dalam pot silahkan membaca artikel cara menanam cabe merah dalam pot atau polybag.

Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Yang Baik dan Benar

20:23:00
Dalam melakukan teknik semai dan pembibitan cabe baik itu dalam polybag ataupun dalam pot membutuhkan beberapa teknik dan cara supaya bibit yang kita semai nantinya mempunyai kualitas yang bagus dan siap untuk di turunkan ke tanah untuk dijadikan cabe yang bermutu.

Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Yang Baik dan Benar


Cara Semai Dan Pembibitan Cabe Merah dan Cabe Rawit

Banyak orang mengira dalam pembibitan cabe merupakan hal yang mudah, tetapi nyatanya tidak karena dalam proses Cara Menaman cabe yang baik perlu menerapkan teknik seperti pemupukan, penyiraman dan perawatan yang cukup, lain hal nya dengan Cara Menanam cabe rawit, cabe jenis ini tidak terlalu mengutamakan peratawan setiap hari apalagi umurnya sudah beberapa kali panen.

Baca Juga Cara Menanam cabe yang baik

Dalam melakukan teknik semai cabe yang baik dan benar kita perlu mengumpulkan beberapa cara supaya hasil tidak mengecewakan, karena jika kita salah dalam melakukan pembibitan cabe merah pertumbuhannya akan terganggu bahkan ada yang tumbuh hanya 10% saja, bayangkan berapa banyak dana yang kita keluarkan dalam memulai pembibitan cabe.

Untuk lebih lengkapnya tentang Cara Semai Dan Pembibitan Cabe yang baik dan benar anda bisa mencoba mengikuti teknik dibawah ini yang bersumber dari berbagai buku pertanian, 

Memilih Benih cabe yang Baik

Dalam memilih benih cabe yang baik dan berkualitas terlebih baik kita membelinya langsung di toko pertanian, pilihlah cabe yang mudah dalam perawatannya, jika anda ingin mencoba memilih cabe hasil dari induknya pilihlah dengan jenis buah yang bagus dan cantik, karena buah cabe yang sehat akan menghasilkan biji yang bagus juga.

Bagi yang memilih biji cabe dari induknya langsung usahakan memilih cabe yang bener-benar matang dan siap untuk dijadikan bibit cabe yang berkualitas, bijinya juga harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum disemai dalam media tanam Polybag.

Memilih Media tanam Polybag

Dalam memilih media tanam yang baik dan benar di sarankan menggunakana Polybag supaya pada saat menabur benih cabe tidak tumpang tindih, karena banyak benih yang terhimpit seingga menggangu pertumbuhan dan akan mengakibatkan bibit cabe cacat, apalagi anda menggunakan bibit cabe jenis Hibrida yang banyak mengeluarkan biaya,  

Pada setiap Polybag pastikan sudah terisi pupuk yang cukup dan sudah diterapkan berdasarkan cara pemupukan yang benar dalam pertanian.


Dengan menggunakan Polybag memudahkan kita dalam menyemai benih cabe, dalam setiap Polybag usahakan 1 biji bibit cabe saja supaya bisa tumbuh dengan maksimal, jika sudah berumur 3-4 minggu baru anda pindahkan ke Polybag besar atau bisa and turunkan langsung ke tanah.

Nah, itulah teknik Cara Semai Dan Pembibitan Cabe yang baik dan benar bagi anda yang ingin belajer cara pembibitan dalam polybag silahkan ikuti tekniknya yang sudah kami rangkum dan ikuti berbagai artikel yang membahas tentang informasi Cara Menanam cabe, seperti pemupukan penyiraman dan perawatan.

Cara Menanam Cabe Yang Baik Dan Benar

20:09:00
Menanam cabe merupakan suatu bisnis yang menggiurkan bagi para petani mengingat tanaman cabe merupakan tanaman yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Dan bagi anda yang tinggal di perkotaan jangan berkecil hati dengan memiliki lahan yang sempit, anda juga dapat meraktekkan cara menanam cabe merah dalam polybag, cara menanam cabe rawit dalam polybag ataupun cara menanam cabe secara hidroponik yang sedang populer sekarang ini.

Cara Menanam Cabe Yang Baik Dan benar


Siapasih yang tak kenal tanaman cabe (Capcasium annum .L) tanaman yang mempunyai rasa pedas yang membakar lidah bagi orang mencicipinya. Buah tanaman ini merupakan bahan dasar bumbu masakan bagi orang indonesia. Taukah anda cara menanam cabe yang baik itu tidaklah sesulit dengan apa yang anda bayangkan, dengan menarapakan beberapa metode penaman cabe dan memperhatikan beberapa aspek dalam penanaman pastinya anda akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Menanam Cabe Yang Baik Dan benar


Secara umum di indonesia mempunyai dua jenis cabe yang memiliki harga jual yang tinggi, yaitu cabe rawit dan cabe merah. Secara kasat mata cara menanam cabe rawit dan cara menanam cabe merah sama tetapi taukah anda jika cara menanam cabe rawit dan cabe merah memiliki perlakuan yang berbeda. Beberapa hal yang harus anda ketahui sebelum memulai cara menanam cabe yang baik 

1. Pemilihan benih cabe

Cara memilih benih cabe yang bagus pastinya akan menghasilakan hasil yang bagus pula, beberapa varietas tanaman cabe yang bagus bisa anda pilih sebelum melakukan penanaman cabe. Dipasaran banyak dijual beberapa varietas benih cabe merah keriting maupun cabe rawit, mulai datri hibrida hingga varitas lokal. lihat disini untuk cara pemilihan benih cabe yang tepat

2. Ketinggian Tempat menanam Cabe

Tanaman cabai dapat ditanam di di dataran rendah dan tinggi, yang mencapai 1.400 mdpl (meter di atas permukaan laut), tapi itu akan menjadi optimal di dataran rendah.

3. suhu dan iklim menanam Cabe

Rendahnya curah hujan menimbulkan kekeringan serta tanaman membutuhkan penyiraman. Bukannya curah hujan cukup tinggi bisa merusak tanaman lada dan menjadikan tanah dengan kelembaban tinggi. Kelembaban sesuai untuk budidaya cabai tersebut berkisar antara 70-80%, terutama saat pembentukan bunga dan buah. Kelembaban melebihi 80% memacu tumbuhnya jamur yang berpotensi menyerang dan merusak tanaman.

4. Pola tanam tanaman cabe

Untuk pola tanam tanaman cabe beragam, tergantung bagai mana cara kita menanamnya, apabila untuk berkebun tanaman cabe merah bisa memiliki jarak tanam 60x70 cm menggunakan lubang pada mulsa plastik. apabila menggunakan pot atau polibag disesuaikan dengan kondisi lapangan.

5. Pengolahan Tanah

Pengolahan Tanah tanah yang digunakan untuk menanam cabe yaitu tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara, pengolahan tanah harus dilakukan secara maksimal pembuatan bendengan agar menggemburkan tanah dan penambahan komposisi pupuk kandang. pengolahan Tanah untuk menanam cabe dikakukan pada saat pembibitan dan pemindahan bibit cabe pada bendengan atau dalam pot. Lebih lengkapnya Baca Cara Persemaian dan Pembibitan Cabe


6. Pemeliharaan tanaman cabe


# penyiraman tanaman cabe

Penyiraman tanaman cabai dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore hari jika turun hujan penyiraman cukup dilakukan sekali saja. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah dan meyediakan air bagi tanaman serta sebagai pelarut unsur hara sehingga tersedia bagi tanaman. Ini perlu untuk dilakukan karena tanaman cabe membutuhkan air untuk proses pertumbuhan cabang, daun, bunga, dan buah. Untuk pertumbuhan bibit yang tidak menunjukkan indikasi layu sementara akan lebih bagus, namun hal ini pada akhirnya tidak akan terlihat. 

# Penyiangan dan penyulaman tanaman cabe

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanaman cabe yang sakit, mengurangi persaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari. Hal ini disebabkan tanaman harus mendapatkan semua nutrisi dan air yang diberikan oleh petani agar mampu menghasilkan secara optimal. 

# Pemangkasan  Tanaman cabe

Pemangkasan Tanaman Cabe Supaya Cabangnya Banyak Pertumbuhan tanaman biasanya mengalami 2 fase, yaitu fase vegetatif dan fase generatif, demikian juga dengan tanaman cabe. Fase vegetatif adalah fase di mana tanaman mulai tumbuh dan berkembang pada bagian akar, batang, dan, daun sebanyak mungkin yang tergantung pada ketersediaan nutrisi dan air. 

7. Pemumupukan Tanaman Cabe

Pemupukan dalam menanam cabe sangat diharuskan terutama pada tanaman cabe khususnya apabila anda menanam cabe merah. Pemupukan tanaman cabe pertama cukup diberikan pada saat pengolahan tanah berupa pupuk kandang atau pupuk organik pada saat pengolahan tanah. selanjutnya dilakukan Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan pupuk an-organik baik pupuk tunggal maupun majemuk. Sebaiknya pemupukan susulan dengan menggunakan pupuk majemuk NPK karena menyediakan unsur hara makro dan mikro yang lengkap sehingga dapat menunjang pertumbuhan tanaman cabai merah

8. Pengendalian hama penyakit


Pengendalian hama dan penyakit dikalukan secara berkelanjutan, apabila salah satu tanaman cabe terserang penyakit, tanaman tersebut harus segera dicabut dan dipisahkan dari tanaman lain. tanaman yang sudah dicabut sebaiknya di bakar untuk menghindari penyebaran penyakit pada tanaman cabe yang lain. jika terserang hama semprotkan tanaman dengan insecttisida secara tepat. untuk lebih lengkapanya baca : Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Cabe

9. Pemanenan

Pemanenan dilakukan saat buah cabe telah memiliki kematangan tergantung dari Varietas cabe yang digunakan. Pemanenan cabai dilakukan pada buah cabai yang memenuhi kreteria panen yakni berwarna merah mengkilap, ukuran buah maksimal dan keras. buah cabe dipetik sekaligus tanggkainya untuk menjaga kualitas dari hasil panen cabe yang anda lakukan.

Untuk Lengkapnya silahkan sobat silahkan mengunjungi Cara Menanam Cabe Merah dan Cara Menanam Cabe Rawit Untuk Lebih Lengkapnya.